HIPMI PT Resmi Berdiri di Kampus UNM
HIPMI PT Resmi Berdiri di Kampus UNM

LOGO_HIPMI-PTMAKASSAR,UPEKS–Setelah melakukan koordinasi melalui sejumlah universitas, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sulsel merangkul dan melantik mahasiwa-mahasiswi UNM dalam satu wadah yaitu HIPMI PT di Gedung Rektorat Lama (Ruang Senat Lantai.3) UNM, Kamis (16/05) kemarin. Ketua Umum HIPMI Sulsel, Amirullah Abbas mengatakan, HIPMI PT ini diadakan agar bisa membentuk jembatan antar universirtas, mahasiwa dan sebagai jalur terciptanya wirausaha muda.

 

“Melalui kampus kita akan membuat jembatan yang menghubungkan satu sama lain di sesuai bidangnya. Menciptakan wirausaha-wirausaha muda yang memiliki kualitas dan kreatifitas yang mampu bersaing di luar,” terang Amirullah, kemarin. Selain itu, emlalui Hipmi PT ini, Amirullah menyebutkan jika pihaknya menyiapkan sejumlah program yang menunjang akredibelitas dan menggali potensi yang ada pada diri mahasiswa.

 

“Ada beberapa program, yaitu dengan melakukan pelatihan seperti pembelajaran bahasa Inggris, permodalan, kursus menjahit,” sebut Ketua Hipmi Sulsel ini. Terlebih dari itu, Amirullah juga menyebutkan, program yang disuguhkan ini akan didapatkan oleh semua anggota yang termasuk dalam HIPMI PT untuk menunjang wirausaha muda dalam menghadapai MEA kedepannya. Menanggapi adanya Hipmi PT ini, Rektor UNM, Prof Dr H Arismunandar mengapresiasi atas diadakannya HIPMI PT pertama kali di UNM.

 

Menurutnya ini sangat mampu membangun komitmen kampus orange ini yang memang notabenenya berbasis kewirausahaan. “Harapan keberadan hipmi ini akan memperkuat, komitmen UNM dalam mendorong kewirausahaan UNM,” harap Arismunandar. Sementara Ketua Umum HIPMI PT UNM, Dedi Hidayat Menyampaikan bahwa Hipmi menciptakan Pengusaha Baru yang ada di kampus. Himpunan yang beranggotakan 50 orang mahasiswa khusus UNM ini merupakan sejarah pertama untuk Mahasiswa UNM. “Pengusaha adalah pekerjaan yang mulia dan saya berharap melalui ini, UNM dan masyarakatnya akan lebih maju di bidang kewirausahaan,” tekadnya. (mg04/sev)

ETIKA DALAM PEMBUATAN KEMASAN PRODUK
ETIKA DALAM PEMBUATAN KEMASAN PRODUK

desain-kemasan-produkKendati terbilang hal sepele, namun ternyata pembuatan kemasan produk bukanlah hal yang mudah. Ada etika ataupun beberapa aturan yang harus dipatuhi dan diperhatikan para pelaku usaha ketika membuat kemasan produk.

 

Salah satu hal yang menjadi permasalahan dalam pemasaran adalah kemasan produk. Para pelaku bisnis yang umumnya adalah pengusaha kecil masih berpikir secara tradisional dimana mereka hanya mengandalkan pada jenis produk yang mereka jual dengan kemasan pembungkus biasa yaitu dari plastik. Pengusaha kecil kurang menyadari bahwa kemasan yang baik bisa mendatangkan nilai lebih dari produk yang mereka jual.

 

Ada beberapa fungsi dan manfaat dari kemasan produk, diantaranya adalah :

 

Mempertahankan produk agar tetap bersih

Melindungi produk dari kerusakan dan pengaruh luar

Membantu suatu proses pengolahan

Mempertahankan nilai gizi

Memudahkan transportasi

Media informasi dan promosi

Sekarang ini para pelaku bisnis berlomba-lomba untuk menarik konsumen melalui kemasan produk. Berbagai warna, bentuk dan tulisan dapat disajikan dalam kemasan produk untuk menarik minat konsumen. Namun, bukan berarti pembuatan kemasan seenaknya saja. Ada beberapa aturan atau etika dalam pembuatan kemasan produk.

 

Pertama, kemasan produk harus sesuai dengan adat atau psikologi untuk tujuan pemasaran. Sebagai contohnya, gambar yang digunakan untuk kemasan produk kornet yang biasanya menggunakan kepala sapi. Kepala sapi tidak menjadi masalah bagi orang-orang secara umum, namun berbeda halnya jika kemasan produk tersebut dipasarkan di daerah yang menyucikan atau mengeramatkan hewan sapi seperti Bali dan India. Maka desain kemasan produk kornet di daerah tersebut sebaiknya jangan menggunakan gambar kepala sapi.

 

Kedua, kemasan produk harus disesuaikan dengan psikologi konsumen yang akan dituju atau dibidik. Misalnya saja kemasan produk untuk susu instan siap saji bagi anak-anak harus mempunyai bentuk kemasan yang menarik dan disukai oleh anak-anak. Tidak menjadi contoh yang baik jika pelaku bisnis menggunakan bentuk tubuh manusia untuk kemasan produk minuman anak. Sebab hal ini sangat tidak cocok bagi psikologi anak.

 

Ketiga, kemudahan membuka kemasan produk adalah salah satu etika pembuatan kemasan produk setelah gambar dan juga bentuk. Bayangkan saja jika Anda menemukan kemasan produk yang sulit untuk dibuka, tentunya Anda akan kesal dan kapok membeli produk tersebut. Hal yang sama juga pastinya akan dilakukan oleh konsumen. Apalagi jika target untuk produk tersebut adalah para lansia. Sudah pasti mereka tidak dapat membuka kemasan produk yang sulit dibuka.

 

Keempat, Penggunaan produk disesuaikan dengan sifat produknya. Sebagai contoh untuk etika pembuatan kemasan produk yang keempat ini adalah dalam kemasan minuman. Pernahkah Anda berfikir mengapa pelaku bisnis membuat kemasan produk minuman ada yang terbuat dari botol buram, kaleng, botol tembus pandang dan lain sebagainya. Hal itu disesuaikan dengan produk yang dijual dan tujuan untuk menarik minat konsumen. Misalnya saja produk minuman yang mengandung pulpy, pastinya kemasan produk yang digunakan adalah botol tembus pandang dengan tujuan agar konsumen dapat melihat bahwa minuman tersebut benar-benar mengandung pulpy.

 

Dari keempat etika pembuatan kemasan produk tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam membuat kemasan produk ada beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh para pelaku bisnis atau produsen. Perlu pelaku bisnis ketahui juga, bahwa yang sepertinya tidak terlalu penting ternyata kemasan produk justru merupakan salah satu aspek penting dalam suatu produk. Kemasan produk juga mempunyai andil dalam kesuksesan sebuah pemasaran produk. Semoga bermanfaat dan salam sukses!

HIPMI PT Sulsel Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha
HIPMI PT Sulsel Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha

LOGO_HIPMI-PTMAKASSAR,– Setelah sukses menggelar Youth Entrepreneur Training (YET) sebanyak dua angkatan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Sulsel kembali akan melaksanakan YET angkatan ke-3.

Rencananya, YET kali ini akan dilaksanakan di Hotel Lamacca pada 13-14 April 2013 dengan menghadirkan senior HIPMI sekaligus CEO Bosowa Erwin Aksa sebagai pembicara.

“YET adalah jalur masuk satu-satunya untuk bergabung menjadi anggota HIPMI PT Sulsel. YET mampu mengubah mindset teman-teman mahasiswa untuk menjadi pengusaha, dan ajang silaturahmi bagi teman-teman pengusaha mahasiswa,” jelas Ketua Bakorcab HIPMI PT Makassar, Riyank Pratama, kepada Rakyat Sulsel, Senin (25/3) siang tadi.

Selain itu, lanjut mahasiswa UNM yang juga CEO Green Takasiba Aktur Ryank Pratama, di dalam YET peserta akan diberikan pemahaman tentang keHIPMIan.

“Jadi bagi teman-teman mahasiswa yang ingin mengikuti YET bisa mendaftar melalui website hipmiptsulsel.or.id,” tutupnya.

HIPMI PT Kampus Biru dilantik
HIPMI PT Kampus Biru dilantik

unismuh

FAJARONLINE — Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Kampus Biru, Unismuh dilantik di Auditorium Al Amin Unismuh, (27/10/2010).

Pelantikan tersebut oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulsel, Amirullah Abbas.

“Semoga semakin banyak pengusaha yang lahir di kampus Unismuh ini,” imbuh Amirullah Abbas pada Ketua Umum HIPMI PT Kampus Biru, Unismuh, Irwan yang baru saja dilantik. (ham/wik).

 

 

Partner

Upcoming events

no event

Update Tweet